Kembali salah satu produsen yang berasal dari negara Cina menghadirkan
sebuah ponsel dengan spesifikasi kelas atas namun dijual dengan harga
cukup terjangkau dan ponsel ini diberi nama Newman K1 yang dapat
dikatakan adalah sebuah phablet.
Smartphone Asal Tirai Bambu Berdesain Blackberry Z10
Posted by Rizwan
Posted on 03.00
with 1 comment
CoolPad 8720 - Baru baru ini CoolPad baru saja
meluncurkan sebuah perangkat Android terbaru yang memperkenalkan lini
phablet mereka. Kita tahu CoolPad merupakan perusahaan yang terkenal
sebagai produsen tablet Android yang dijual murah dan perangkat terbaru
ini pun masih dibanderol dengan harga murah. Phablet terbaru ini diberi
nama CoolPad 8720.CoolPad 8720 merupakan phablet terbaru dengan mengusung layar berukuran 5 Inci yang sudah mengadopsi teknologi IPS yang menawarkan resolusi HD 720p sehingga menampilkan kualitas gambar yang jernih dan menawan. Di sisi dapur pacunya, tersemat prosesor Dual-core Leadcore LC1811 berkecepatan 1.2 GHz yang ditunjang dengan keberadaan 1GB RAM serta grafis berbasis Mali 400MP sehingga kinerja sistemnya akan baik dan lancar.
Spesifikasi CoolPad 8720 :
- Layar : 5 Inci IPS capacitive touchscreen, HD 720p
- Prosesor : Dual-core Leadcore LC1811 1.2 GHz
- GPU : Mali 400MP
- Memori RAM : 1GB
- Memori Internal : 4GB
- Memori Eksternal : MicroSD up to 32GB
- Jaringan : TD-SCDMA dan GSM
- Sistem Operasi : Android v4.0 ICS
- Kamera : 5MP utama dan VGA sekunder
- Baterai : 2.000 mAh
Jenis Graphics Processing Unit (GPU) Pada Android
Posted by Rizwan
Posted on 02.41
with No comments
Sering
kali kita mendengar Graphics Processing Unit (GPU) ketika kita melihat
spek dari perangkat android. Apakah GPU itu? Apakah peranan dari GPU
itu? Pada artikel Sambil Sharing ini, mari kita berbagi tentang GPU pada
perangkat android.
GPU atau Graphics Processing Unit adalah chip yang
mengotaki kinerja grafis di perangkat android kita. GPU prinsip
kerjanya sama dengan Video Graphics Adapter (VGA) di PC/Komputer. GPU
memegang peranan penting juga ketika Android kita digunakan untuk
bermain game-game 3D kelas High Definition (HD) atau video berkualitas
tinggi. Semakin murah gadget android, biasanya GPU yang dimiliki
kualitasnya juga standar. Dan sebaliknya.
Cara kerja Graphics Processing Unit
Saat GPU menerima raw
data,serangkaian proses panjang dimulai dan diakhiri dengan memunculkan
gambar di layar perangkat. Graphics Pipeline, yaitu channelling agar
data dalam card sampai pada frame buffer, umumnya hampir sama pada semua
graphics card yang ada saat ini. Seluruh proses tersebut diulang untuk setiap gambar (frame). Agar dapat menghasilkan gerakan yang cepat.
Setelah data dikirim ke GPU melalui interface, langkah pertama proses pipeline-nya adalah mempersiapkan kalkulasi (pre-calculation) dan mengubah data dengan menggunakan sebuah pre-processor (setup Engine atau Input Assembler). Pre-processor ini mendeteksi jenis data, apakah berkaitan dengan vector,gambar,dank ode program, dan mempersiapkan raw data sehingga dapat diproses oleh modul yang tepat. Disini, ditentukan apakah raw data diproses oleh sebuah Vertex Shader, Geometry Shader, Pixel Shader, atau sebuah texture unit.
Setiap objek 3D terdiri atas berbagai triangle. Vertex Shader (Vertices adalah titik-titik sudut sebuah polygon) disuplai dengan koordinat-koordinat ini. segitiga-segitiga ini kemudian membentuk sebuah dunia 3D berdasarkan koordinat tersebut yang diselaraskan, di-scaling, atau di-distorsi sesuai dengan arah pandangan mata. Area pandangan yang diasumsikan ini disebut sebagai frustum. Setelah scane tersebut terbentuk,dilakukan pemeriksaan apakah sebuah objek harus terlihat atau tidak, berada di area frustum, dan apakah seluruh atau sebagian ditutupi oleh objek-objek.
Elemen yang tidak terlihat akan disingkirkan dari scane untuk menghindari proses kalkulasi yang tidak diperlukan. Proses ini disebut Frustum Culling. Apabila ditemukan sebuah objek terlalu jauh untuk dapat terlihat atau terlalu dekat menghadap (membelakangi) penonton (secara teoritis), maka proses ekuivalennya disebut sebagai clipping.
Proses Vertex Shader yang terakhir adalah lighting. Disini, 3D scane akan diterangi oleh sumber cahaya ke dalam lingkungan (ruang) tersebut. Tanpa langkah ini, 3D scane terlihat gelap. Vertex Shader hanya dapat memanipulasi objek, namun tidak dapat menghasilkan elemen geometri baru, seperti titik, garis, dan segitiga.
Apabila gambar yang akan dilihat anda (viewer) sudah terbentuk dalam grid model dengan lighting source-nya,berarti prosesnya telah membuat sebuah foto dari scane tersebut dalam gambar 2D (dua dimensi) untuk ditampilkan di monitor. Proses ini dinamakan rastering atau rendering. Setiap titik sebuah objek 3D, yang selama ini hanya disimpan sebagai vector, akan diubah menjadi sebuah pixel. Langkah selanjutnya yang “menguras tenaga” adalah shading (shadowing) yang dilakukan oleh Pixel Shader. Pixel Shader akan memproses warna dan atribut yang diperlukan, seperti trasnparasi, pemantulan atau struktur dari masing-masing oixel. Hasilnya, objek 3D akan mendapat pewarnaan.
Prinsipnya, sekarang gambar sudah jadi. Proses yang diperlukan hanyalah penyempurnaan malalui berbagai filter agar scane terlihat lebih realistis. Untuk itu tekstur, yaitu Bitmaps (gambar) yang sudah jadi, akan diproyeksikan menjadi sebuah objek 3D (Texture Mapping). Dengan cara ini, dengan mudah dihasilkan gambar-gambar yang terlihat seperti foto minus fleksibelitas sebuah objek 3D. Jadi obyek yang dibentuk oleh tekstur dapat terlihat bagus dari depan, namun terlihat datar saja dari samping. Anisotrophic filtering, yang juga ditempatkan dalam tekstur units, berfungsi agar teksture yang sudah terdistorsi secara perspektif dapat ditampilkan secara tajam dari kejauhan.
Apakah Android benar-benar menggunakan OpenGL ES API untuk percepatan UI?
Update: Sejak Android 2.1 tidak menggunakan GOOGLES 1,0 API untuk mempercepat GUI, dalam ketiadaan HW menggunakan sampel OGLES 1,0 implementasi SW.
Jawabannya adalah TIDAK. Android menggunakan skia yang merupakan software untuk render yang menawarkan performa yang hebat dan mudah dibawa di prosesor ARM, hal ini menjadikan sangat baik terhadap NEON ARM (SIMD) prosesor. Implementasi OpenGL Software adalah tidak menawarkan OpenGL ES 1.1 dengan implementasi penuh. Sebuah OpenGL ES hanya mengimplementasi pada perangkat keras yang terintegrasi sebagai bagian dari libgl.so dan libgl2.so, namun ini hanya digunakan melalui lapisan tipis JAVA API untuk permainan dan sebagai bagian dari NDK. Intinya adalah Google perlu untuk keluar dengan mekanisme antarmuka dan tumpukan grafis yang portable dan scalable.
Jenis Graphics Processing Unit
Cara kerja Graphics Processing Unit
Setelah data dikirim ke GPU melalui interface, langkah pertama proses pipeline-nya adalah mempersiapkan kalkulasi (pre-calculation) dan mengubah data dengan menggunakan sebuah pre-processor (setup Engine atau Input Assembler). Pre-processor ini mendeteksi jenis data, apakah berkaitan dengan vector,gambar,dank ode program, dan mempersiapkan raw data sehingga dapat diproses oleh modul yang tepat. Disini, ditentukan apakah raw data diproses oleh sebuah Vertex Shader, Geometry Shader, Pixel Shader, atau sebuah texture unit.
Setiap objek 3D terdiri atas berbagai triangle. Vertex Shader (Vertices adalah titik-titik sudut sebuah polygon) disuplai dengan koordinat-koordinat ini. segitiga-segitiga ini kemudian membentuk sebuah dunia 3D berdasarkan koordinat tersebut yang diselaraskan, di-scaling, atau di-distorsi sesuai dengan arah pandangan mata. Area pandangan yang diasumsikan ini disebut sebagai frustum. Setelah scane tersebut terbentuk,dilakukan pemeriksaan apakah sebuah objek harus terlihat atau tidak, berada di area frustum, dan apakah seluruh atau sebagian ditutupi oleh objek-objek.
Elemen yang tidak terlihat akan disingkirkan dari scane untuk menghindari proses kalkulasi yang tidak diperlukan. Proses ini disebut Frustum Culling. Apabila ditemukan sebuah objek terlalu jauh untuk dapat terlihat atau terlalu dekat menghadap (membelakangi) penonton (secara teoritis), maka proses ekuivalennya disebut sebagai clipping.
Proses Vertex Shader yang terakhir adalah lighting. Disini, 3D scane akan diterangi oleh sumber cahaya ke dalam lingkungan (ruang) tersebut. Tanpa langkah ini, 3D scane terlihat gelap. Vertex Shader hanya dapat memanipulasi objek, namun tidak dapat menghasilkan elemen geometri baru, seperti titik, garis, dan segitiga.
Apabila gambar yang akan dilihat anda (viewer) sudah terbentuk dalam grid model dengan lighting source-nya,berarti prosesnya telah membuat sebuah foto dari scane tersebut dalam gambar 2D (dua dimensi) untuk ditampilkan di monitor. Proses ini dinamakan rastering atau rendering. Setiap titik sebuah objek 3D, yang selama ini hanya disimpan sebagai vector, akan diubah menjadi sebuah pixel. Langkah selanjutnya yang “menguras tenaga” adalah shading (shadowing) yang dilakukan oleh Pixel Shader. Pixel Shader akan memproses warna dan atribut yang diperlukan, seperti trasnparasi, pemantulan atau struktur dari masing-masing oixel. Hasilnya, objek 3D akan mendapat pewarnaan.
Prinsipnya, sekarang gambar sudah jadi. Proses yang diperlukan hanyalah penyempurnaan malalui berbagai filter agar scane terlihat lebih realistis. Untuk itu tekstur, yaitu Bitmaps (gambar) yang sudah jadi, akan diproyeksikan menjadi sebuah objek 3D (Texture Mapping). Dengan cara ini, dengan mudah dihasilkan gambar-gambar yang terlihat seperti foto minus fleksibelitas sebuah objek 3D. Jadi obyek yang dibentuk oleh tekstur dapat terlihat bagus dari depan, namun terlihat datar saja dari samping. Anisotrophic filtering, yang juga ditempatkan dalam tekstur units, berfungsi agar teksture yang sudah terdistorsi secara perspektif dapat ditampilkan secara tajam dari kejauhan.
Apakah Android benar-benar menggunakan OpenGL ES API untuk percepatan UI?
Update: Sejak Android 2.1 tidak menggunakan GOOGLES 1,0 API untuk mempercepat GUI, dalam ketiadaan HW menggunakan sampel OGLES 1,0 implementasi SW.
Jawabannya adalah TIDAK. Android menggunakan skia yang merupakan software untuk render yang menawarkan performa yang hebat dan mudah dibawa di prosesor ARM, hal ini menjadikan sangat baik terhadap NEON ARM (SIMD) prosesor. Implementasi OpenGL Software adalah tidak menawarkan OpenGL ES 1.1 dengan implementasi penuh. Sebuah OpenGL ES hanya mengimplementasi pada perangkat keras yang terintegrasi sebagai bagian dari libgl.so dan libgl2.so, namun ini hanya digunakan melalui lapisan tipis JAVA API untuk permainan dan sebagai bagian dari NDK. Intinya adalah Google perlu untuk keluar dengan mekanisme antarmuka dan tumpukan grafis yang portable dan scalable.
Jenis Graphics Processing Unit
1.Adreno
Pada tahun 2008, AMD
imageon di jual ke salah satu produsen prosesor terkemuka, yaitu
Quallcom. Dan sekarang ATI/AMD hanya mensupport arsitektur dan
pengembangannya saja. Kini seri Adreno merupakan bawaan dari semua SOC
(System On Chip) buatan Quallcom. Adreno sendiri juga dibagi menjadi
beberapa kelas:
a.Adreno 130, yang berada didalam SOC Quallcom seri MSM7xxx.
b.Adreno 200, yang berada pada QSD8x50 (snapdragon gen 1, QSD mrupakan kode dari seri SOC snapdragon) and MSM7x27 (MSM merupakan kode untuk produk SOC quallcom untuk seri general). Biasanya, Adreno seri ini dipakai di handheld Android kelas low-end (spesifikasi rendah, dengan prosesor 600-800 MHz).
c.Adreno 205 di QSD8x50A (1.3 GHz), MSM7x30 (800 MHz+L2 cache), MSM8x55 (1 GHz+L2 cache).
d.Adreno 220, merupakan andalan mereka yang terbaru, saya sendiri belum memiliki banyak info tentang Adreno 220 ini, tapi nampaknya GPU ini memiliki Multi Core (lebih dari satu inti prosesor). Seri ini dan Adreno 220 biasanya dipakai di handheld Android kelas Mid-End dan High-End (spesifikasi tinggi, dengan prosesor diatas 1GHz).
2.PowerVR
Seri PowerVR sendiri
sekarang sudah mencapai 6 seri, seri 2 nya pernah dipakai pada console
game tahun 1900-an, yaitu Dream cast dan Sega saturn. Seri powerVR SGX 5
merupakan seri yang paling sering ditemui pada smartphone, SGX 5
sendiri merupakan GPU elite dalam dunia smartphone, mungkin seperti BMW
di dunia mobil J.Seri SGX yang tercatat pernah dipakai dalam berbagai
smartphone dan gadget berikut:
a.SOC A4/SGX535 (iPhone 4/ipod gen4/ipad)
b.SOC Hummingbird/SGX540 clock 200 (Samsung Galaxy S)
c.SOC OMAP seri 3/SGX530 (Droid X, Motorola Defy, Samsung Galaxy SL, Motorola Mile 2, Droid 2 dan LG optimus Black)
d.Intel GMA 500 dan GMA 600 juga menggunakan SGX535 sbg VGA onboard intel atom
e.Varian seri 5 berikutnya adalah SGXMP (MP disini mengindikasikan jumlah core) SOC OMAP 4 (4430)/SGX540MP quadcore clock 300 (Blackberry Playbook, LG Optimus 3D).
f.SOC A5/SGX543MP2 (iPad 2).
g.SGX543MP4, yang dipakai di Playstation Vita.
h.Selain itu seri dewa berikutnya, SGX544MP+ akan berada di OMAP 5 yg mnggunakan quadcore dual CPU A15 (eagle platform)+ dual CPU Cortex-M4 cores dgn clock prosesor hingga 2 GHz.
3.Mali
4.GeForce ULP
Jika untuk menentukan
performa tentu saja tidak lepas dr SOC apa yg dipakai, sangat sulit
untuk menentukan point yg digunakan untuk komparasi karena masing-masing
GPU sangat tergantung juga pada kinerja dan support dr SOCnya.
Contohnya saja, SOC OMAP seri 4 dgn GPU SGX540 quadcore vs tegra 2 dgn
GPU ULP geforce 8core, sapa yg akan menang? Apabila melihat jumlah core,
secara kasat mata orang akan menjagokan 8core yg berada pada geforce
ULP namun bila menghitung kemampuan SOC maka trlihat OMAP 4 trnyata bisa
melibas Tegra 2, tidak hanya dari hasil benchmark, framerate,
javascript render, namun jg dlm soal efisiensi pemakaian battere.
Hal ini tidak
mengherankan karena OMAP 4 memiliki beberapa senjata rahasia seperti
support dual channel memori LP DDR2 hingga 1GB, dimana Tegra 2 baru
mampu menggunakan single channel. Kembali lg kemampuan SOC sangat
menentukan hasil, begitu juga dengan Snapdragon dengan core
scorpion-nya, apakah akan kalah perform dengan Tegra 2? Tidak juga,
terutama utk hasil multimedia dimana kekuatan snapdragon dan adreno
memang di optimalisasi pada sisi ini.
Kendala berikutnya dalam
membandingkan monster-monster GPU ini adalah perbedaan cara render yg
dilakukan pada masing-masing platform, misalnya saja Adreno dengan SOC
snapdragon biasa menggunakan metode render (bila melewati batas
kemampuannya) menurunkan kualitas namun mempertahankan resolusi agar
framerate terjaga, sementara Hummingbird dengan GPU SGX540 merender
murni menggunakan kekuatan GPUnya bahkan tetap dengan menghidupkan
vsync. Walaupun terlihat dimata kita performa nya hampir sama, dengan
hasil framerate yang tidak jauh berbeda, namun jika vsync dimatikan dan
dibandingkan kualitas gambarnya akan terlihat dimana SGX540 benar2
monster dan sangat cepat!
Hal ini juga belum lagi
ditambah dengan driver yang dipakai di dalam OS yg berada di smartphone
atau gadget tersebut. Jadi, cukup sulit menentukan mana GPU terbaik,
karena masing-masing GPU memiliki kelebihan dan kelemahannya tersendiri
dan tergantung pula pada support dari SOC nya masing-masing.
Kelas Graphics Processing Unit
Kelas low end
-Adreno 130 (htc hero)
-adreno 200 (GALAXY MINI/fit/ace,nexian Journey,csl mi320,desire,nexus one,droid incridible,x10)
-power vr 530 (Milestone1,charm)
Kelas mid end
-adreno 205 (CSL MI410,galaxy W,huawei x5,xperia mini/pro/active,droid x,htc thunderbolt,se play)
-powerVR 535 (iPhone 4/ipod gen4/ipad)
-Hummingbird/SGX540 clock 200 (Samsung Galaxy S/tab1/epic 4g)
Kelas high end
-SOC A5/SGX543MP2 (iPad 2)
-SGX543MP4, yang dipakai di Playstation Vita
-adreno 220 (HTC SENSATION)
-nvidia tegra 2 (LG OPTIMUS 2x)
-Mali 400MP2 (GALAXY S II )
-SGX544MP+ akan berada di OMAP 5 yg mnggunakan quadcore dual CPU A15
-adreno 225
-mali 400MP4 (galaxy s3)
sumber:
Nokia Bakal Hadirkan Sejumlah 'Ponsel Cantik'
Posted by Rizwan
Posted on 16.40
with No comments
Salah satu smartphone yang mungkin akan hadir dengan bahan aluminium adalah Lumia 928. Tidak seperti pendahulunya, Lumia 928 diisukan bakal hadir dengan bodi alumunium, seperti iPhone 5 dan HTC One, yang akan membuat smartphone itu terkesan lebih premium. Untuk saat ini, kita memang belum mendapat bocoran terkait wujud dari Lumia berbahan alumunium. Namun, jika menilik sebuah pernyataan yang baru-baru ini diungkap CEO Nokia, Stephen Elop, tampaknya dalam beberapa waktu ke depan kia akan melihat beberapa ‘ponsel cantik’ dari Nokia. Pernyataan itu, menurut kabar yang dilansir Ubergizmo, dikatakan Elop pada sebuah wawancara yang disiarkan oleh salah satu stasiun TV di Finlandia. Secara detil, Elop memang tidak menyebut nama ‘ponsel cantik’ dimaksud, namun sumber di situs Ubergizmo berspekulasi jika Lumia 928 berkemungkinan akan menjadi salah satunya. Menariknya lagi, Lumia 928 juga diisukan bakal hadir sebentar lagi, yakni pada bulan April. Benarkah? Kita tunggu saja. |
Pocket Spotlight, Lampu Kilat LED Andalan Untuk Gadget Pintar
Posted by Rizwan
Posted on 01.09
with No comments
| Jika Anda pengguna smartphone yang menggemari kegiatan fotografi, dan
tidak puas dengan pengaturan LED flash yang default di perangkat tablet atau ponsel Anda, ada baiknya memiliki gadget cerdas yang bernama Pocket Spotlight. Pocket Spotlight adalah merupakan lampu LED tambahan yang khusus dipasangkan ke smartphone. Pocket Spotlight adalah sumber cahaya yang bekerja kontinyu saat dilakukan untuk memotret. Anda bisa melakukan mount ke ponsel Anda melalui 3.5mm headphone jack. Sinar flash yang dipancarkan bisa sangat kuat selayaknya lampu LED flash pada kamera DSLR. Hadirnya Pocket Spotlight sangat membantu bagi Anda yang melakukan pemotretan di cahaya remang dan indoor yang redup (lowlight). Pocket Spotlight compatible dengan iPod4, iPod5, iPhone3Gs, iPhone 4/4s, iPhone5, dan beragam ponsel Android v4.1 Jelly Bean. Sedangkan untuk tablet, compatible untuk iPad2, iPad3, iPad Mini, iPad4, dan beragam tablet dengan OS Android v4.1 Jelly Bean. Pocket Spotlight mampu siaga 1 jam nonstop, dan memiliki 2 pilihan warna yakni hitam dan putih. Untuk pengisian daya, tidak membutuhkan batere, akan tetapi charges via USB. Pocket Spotlight akan dirilis pertama kali di London dan Amerika Serikat pada 29 Maret 2013 dan dibanderol dengan harga $30 atau sekitar Rp280 ribua-an. sumber : http://tabloidpulsa.co.id/ |
Autosurfing Dapat Dollar
Posted by Rizwan
Posted on 17.40
with 2 comments
Bagi anda yang suka surfing di internet dan menghabiskan banyak kuota/internet hanya untuk facebook, twitter, dan sebagainya, cobalah cari penghasilan di internet.
Hanya dengan surfing, lumayan dapet nambah penghasilan dan pake bayar langganan internet.
Mau dapet penghasilan dari internet, di blog ini akan share cara menghasilkan uang dengan surfing di internet dan terbukti membayar yaitu AutoMoneySurf.com
jika sobat masih bingung atau masih ragu dengan proggram ini anda bisa search di om google guna mencari kebenaran dari proggram ini.
Jadi langsung saja langkah-langkahnya sbb :
1. Daftar klick disini
2. Klik Register Now dan isi semua kolom yang disediakan.
3. Setelah itu cek di inbok email untuk aktivasinya
4. Setelah aktivasi selesai anda tinggal login di Automoneysurf
5. Klik START SURFING dan biarkan sampai anda selesai online.
6. Enjoy $0.36/jam $100.00/bln. minimal payout $100.00 jangan lupa refress jika timernya berhenti agar berjalan kembali..
7. Payout, jika kita bekerja sendiri tanpa referral maka payoutnya adalah dalam waktu 30 hari, tapi kalo punya referral maka payoutnya makin cepat karna kita mendapatkan 5% dari pendapatan referral kita maka dari itu sekarang terserah kepada anda saja.
Sekarang masalah totalan..hehe.. kalo sehari agan dapet $3, sebulan brarti : 3x30= $90 (+/- Rp.855000). Dan agan ga perlu fokus lebih ke kerjaan ini, cukup klik Surf
aja tiap hari sbelum agan2 beraktifitas dan agan isa fokus ke pekerjaan
agan yg lain. Kalo agan2 pingin dapet lebih dari itu agan bisa upgrade
akun agan, jadi per hari isa $6, $60, dst. tergantung jumlah upgrade
agan. Tp kalo agan2 udah puas dengan $3 per hari, ga usah diupgrade jg
no problem.
Pembayaran dilakuin setiap sebulan sekali antara tgl 1-15 ke akun money
processor yg agan punya (Liberty Reserve, BitCoin, Paypal,WiredPay,
Perfect Money, Egopay dll - ada 9 Money Processor yg support).
Kalo ane sendiri lebih prefer pake Liberty Reserve karena gampang di
exchange ke rupiah untuk ditransfer ke rekening bank ane (BCA).













